Latest Post

 


DEPOK - Kabar duka, budayawan Minangkabau Dr. Mochtar Naim dikabarkan meninggal dunia, Minggu (15/8/2021). Informasi yang diterima, Dr. Mochtar Naim meninggal dunia di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok, pada pukul 11.01 WIB setelah sempat dirawat selama lima hari.

Berita duka tersebut juga telah beredar di grup WhatsApp. Adalah Dosen Sosiologi Universitas Andalas Dr. Alfan Miko, salah satu yang mengabarkan berita duka tersebut.

“Kabar duka kami dapatkan dari anak beliau Amelia Naim yang diteruskan kemenakannya Andi Sunardi,” kata Alfan Miko.

Diketahui, Mochtar Naim adalah antropolog dan sosiolog Indonesia ternama yang dikenal sebagai pakar budaya Minangkabau. Ia lahir di Sungai Penuh, Kerinci pada 25 Desember 1932.

Kedua orang tua Mochtar berasal dari Banuhampu, Kabupaten Agam.

Ia merupakan pendiri dari Pusat Studi Minangkabau (Center for Minangkabau Studies). Selama tiga tahun berturut-turut sejak didirikannya pusat studi tersebut, Ia terus mengadakan berbagai macam kegiatan, penelitian, serta seminar mengenai kebudayaan masyarakat Minangkabau.

Meskipun beberapa kali mengajar di perguruan tinggi sebagai dosen luar biasa, Mochtar tidak pernah meminta untuk diangkat menjadi pegawai negeri, namun pernah diangkat sebagai pegawai negeri karena adanya desakan dari Rektor Mawardi Yunus dengan dispensasi dari Presiden dan pensiun pada tahun 1988.

Mochtar Naim juga pernah menjabat sebagai anggota selama 10 tahun di Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia (MPR-RI) (1999-2004, 2004-2009) dan 5 tahun di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) (2004-2009). (*/sk)


PADANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang menerima bantuan dua unit perahu karet beserta perlengkapannya dari Himpunan Bersatu Teguh (HBT). Bantuan ini diharap mampu meningkatkan kinerja PMI dalam menangani berbagai bencana alam, terutama untuk membantu korban.

Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Latif menyambut baik bantuan yang diberikan perkumpulan HBT. Dengan tambahan dua perahu karet ini, PMI lebih maksimal membantu masyarakat dalam menghadapi bencana.

"Sebelumnya perkumpulan HBT membantu satu perahu karet dan hari ini ditambah dua unit, tentu cukup bermanfaat bagi PMI meningkatkan kinerjanya," kata Zulhardi disela-sela penyerahan bantuan, Sabtu (14/8/2021).

Pada kesempatan ini, Zulhardi menyebutkan sejauh ini HBT telah dan akan berkerjasama dengan PMI Kota Pafang. Bahkan, pada masa pandemi Covid-19, HBT melaksanakan donor darah dan menyerahkan langsung ke PMI.

"Konstribusi nyata HBT ini patut kita apresiasi," tegas Zulhardi.

Disampaikan Buya, sapaan akrab Zulhardi, sebagai organisasi sosial kemanusiaan, PMI mengemban misi sangat mulia yaitu memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Pelayanan PMI Kota Padang selain mengutamakan kepentingan masyarakat Padang, juga membantu masyarakat di daerah lain yang tengah tertimpa musibah/bencana.

Sementara Sekretaris HBT, Martin Makmur mengatakan pembarian bantuan dua perahu karet ke PMI Kota Padang adalah salah satu bentuk partisipasi sosial ke masyarakat. Diharapkan dengan bantuan perahu karet memudahkan PMI membantu masyarakat dalam kebencanaan.

"Tujuannya untuk kemanusian, terutama menghadapi bencana," ungkap Martin.

Dijelaskan Martin, selama pandemi ini HBT telah melaksanakan donor darah dan vaksinasi gratis.

Penyerahan bantuan dua perahu karet ditandatangani Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Latif dan Sekretaris HBT Martin Makmur serta disaksikan para pengurus. Penyerahan berlangsung di Sekretariat HBT.(obr)

Tokoh Tionghoa asal Padang, Feriyanto Gani

PADANG - Tokoh Tionghoa Padang, Feriyanto Gani mengajak Pemerintah Kota (Pemko) Padang maupun Pemprov Sumbar dan lintas tokoh agama melakukan doa bersama dan berharap pandemi Covid-19 hilang dari daerah tersebut. Menurut Feriyanto, doa bersama tersebut bentuk minta pengampunan manusia kepada Sang Pencipta.

"Sebagai umat manusia, kita perlu meminta pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itulah saya mengajak seluruh lintas tokoh agama dan masyarakat," kata Feriyanto Gani di kantornya, Jumat (13/8/2021).

Menurut pengusaha ini, pemerintah memang telah berupaya mengatasi Covid-19 ini dengan cara medis dan penerapan protokol kesehatan. Untuk itu, lanjutnya, perlu juga ada usaha dalam bentuk spritual maupun bathiniah.

Feriyanto memandang, doa bersama ini juga menguatkan persatuan dan kesatuan tanpa mempersoalkan ras, agama dan antar golongan.

"Kebersamaan, tolong menolong, saling menguatkan dan bersyukur adalah nilai-nilai kemanusian diyakini bisa menjadi obat peredam keganasan Covid-19," tegas pria yang akrab dipanggil Tuako ini.

Pemilik PT Elang Perkasa Motor ini mengusulkan, kegiatan doa bersama hendaknya dilakukan di lapangan yang luas agar lantunan doa-doa tersebut melangit di Kota Padang. Tentunya, imbuh Tuako, meski melibatkan banyak orang kegiatan doa bersama dengan menerapkan prokes yang ketat. 

Sebagai pengusaha, Feriyanto Gani mengakui, Covid-19 ditambah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat cukup berdampak pada dunia usaha. Bahkan, adanya anjuran pemerintah untuk mempekerjakan karyawan 25 persen saat PPKM membuat bingung.

"Terus terang saya tetap mempekerjakan karyawan 50 persen saat pemberlakuan PPKM," tandasnya.

Terkait dengan doa bersama, Feriyanto siap memfasilitasi kegiatan tersebut. Bagi dirinya, dia mengajak seluruh elemen mengetuk pintu langit memohon rahmat Tuhan sang pencipta.(obr)

Kadis Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri


PADANG - Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan sepenuhnya keputusan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pelajar kepada kepala daerah atau bupati dan walikota di Sumbar.

“Butuh persiapan karena tatap muka itu tergantung dengan kondisi yang ada dan setiap daerah berbeda kondisinya. Kalau siap dari dulu kita siap, ini bukan kondisi baru,” kata Kadis Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara,com, Kamis (12/8/2021).

“Kalau kota Padang, tergantung wali kota, karena tidak mungkin kita membedakan TK, SD, SMP, SMA. Tentu artinya kita satu kesatuan antara provinsi berkoordinasi dengan bupati/wali kota. Kita ikut dengan peraturan yang ada, juga aturan Satgas Covid-19,” katanya lagi.

Sementara untuk syarat PTM, harus melaksanakan protokol kesehatan, melengkapi sarana prasarana, dan itu telah dilaksanakan. Adib juga mengatakan, terkait vaksinasi pendidik sudah diwajibkan.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa daerah PPKM Level 3 diberikan kelonggaran untuk menggelar PTM.

“Tentu nanti untuk sekolah ini perlu pertimbangan yang tetap mengacu ke Perda Nomor 6 tahun 2020, ini diharapkan bupati/wali kota dapat memedomani,” jelasnya.

Jika kepala daerah mengambil sikap, kewenangan di provinsi akan mengikuti daerah.

“Karena memang yang tahu daerah itu ialah bupati/wali kota,” tuturnya.

Seperti diketahui, Kemendagri memutuskan bahwa wilayah yang masuk PPKM Level 3 boleh melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dan belajar daring dengan kapasitas maksimal 50 persen.(suara.com)


JAKARTA - PA 212 serukan tangkap Jokowi. Sebab Presiden Jokowi bagi-bagi sembako di Terminal Grogol. Seruan itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PA 212, Novel Bakmumin.

Dia menikai aksi Jokowi bagi-bagi sembako timbulkan kerumunan.

"Jokowi harus ditangkap karena sudah sangat fatal melakukan kesalahan besar dan berbahaya karena aksi arogan itu terencana dengan matang," kata Novel saat dihubungi, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, polisi harus berani menindak presiden lantaran diduga melakukan pelanggaran. Ia meminta aparat memperlakukan Jokowi seperti para tokoh FPI yang ditangkap.

"Karena melakukan kerumunan dan sudah jelas ada yuris prudensinya yaitu sanksi hukum 8 bulan penjara yang mana IB HRS telah menjadi korbannya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Novel meminta tidak perlu lagi ada diskriminasi hukum.

Menurutnya, bangsa ini akan gaduh bila ketidakadilan terus dipertontonkan.

"Kalau Jokowi tidak diproses hukum maka IB HRS harus dibebaskan karena semua kasus kerumunan yang telah terjadi tidak ada yang dijerat hukum," tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi menyambangi Terminal Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (10/8/2021). Kedatangan Jokowi, untuk membagikan sembako kepada warga. Namun karena tingginya antusias warga yang tidak sabaran mengantre hingga menyebabkan terjadinya kerumunan, bahkan terjadi dorong-dorongan.

Pantauan Suara.com di lokasi Jokowi tiba sekitar pukul 16.12 WIB. Namun saat tiba, Jokowi tidak turun dari mobil yang ditumpanginya. Masyarakat pun hanya bisa melihat dari jauh sambil meneriaki memanggil-manggil namanya.

Dari dalam mobil Jokowi melambaikan tangan kepada para warga yang berkumpul. Sekitar 5 menit kemudian Jokowi langsung meninggalkan lokasi.

Saat Jokowi tiba, pembagian sembako sebenarnya berjalan kondusif.

Mereka mengantre dengan menjaga jarak. Namun setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu meninggalkan lokasi, situasi tidak kondusif.

Terlihat mereka terlibat saling dorong, sampai ada beberapa warga yang terlihat terjepit di antara kerumunan massa. Alhasil protokol kesehatan jaga jarak pun terabaikan.

Petugas yang terdiri dari TNI, Polri, dan Paspampres berusaha untuk menertibkan warga. Mereka sesekali berteriak untuk menenangkan. Namun tidak berhasil.

Karena situasi tidak kondusif, tim yang bertugas menghentikan pembagian sembako. Warga pun terlihat kecewa.(we)

Wakil Ketua Kadin Padang Maidestal (tiga dari kiri) foto bersama dengan Ketua BNNP Sumbar dan manajemen Noerbaya Cafe


PADANG - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa mengapresiasi keberanian pengusaha muda Budi Rahmat dkk yang membuka usaha kuliner di tengah pandemi Covid-19.

Mahesa menjelaskan, pada masa pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) banyak sektor usaha gulung tikar. Tentu saja ini, lanjutnya, berdampak pada pemberhentikan karyawan.

"Dibukanya usaha kuliner Noerbaya Cafe dan Distro berdampak langsung pada pengurangan angka pengangguran yang cukup banyak pada masa pandemi," kata Haji Esa, panggilan akrab Maidestal disela-sela Grand Opening Noerbaya Cafe dan Distro, Rabu (11/8/2021).

Sebagai perwakilan Kadin Kota Padang, Haji Esa mengingatkan semua pelaku usaha kuliner yakni terus mematuhi protokol kesehatan. Sebab, menurutnya dengan mematuhi prokes semua kita terlindungi dari virus Covid-19.

Menyinggung kebijakan PPKM, Haji Esa yakin tidak akan berpengaruh pada Noerbaya Cafe dan Distro karena cafe tersebut dibuka dari pagi.

"Saya yakin mereka pasti akan menerapkan prokes yang ketat," timpal Haji Esa.

Mantan anggota DPRD Padang tiga periode ini menyayangkan ketidakhadiran perwakilan Pemko Padang dalam grand opening ini. Dia berpendapat, harusnya pihak Pemko mendorong semua pelaku usaha yang ada di Kota Padang.

"Bagaimana pun, Pemko dan dunia pelaku usaha saling berkaitan. Bahkan, Pemko mendapatkan pajak dari dunia usaha," tegas Haji Esa.

Grand Opening Noerbaya Cafe dan Distro dibuka oleh Ketua BNNP Sumbar, Brigjen Khasril Arifin. Hadir juga BNNP Kota Solok, Kadin Kota Padang dan perwakilan tokoh masyatakat lainnya.(obr)


PADANG - Seekor beruk dikabarkan muncul di pemukiman warga di sekitar jalan Irigasi Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (11/8/2021). Kemunculan beruk membuat resah warga sekitar.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, Rahmi (35) menyebutkan beruk tersebut muncul sekitar pukul 09.00 WIB dan sempat naik ke atap rumah warga.

“Iya tadi ada warga yang katanya melihat beruk di atas atap rumah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Resor KSDA Kota Padang, Hendra Yuriko juga membenarkan ada beruk berkeliaran di dekat Puskesmas Pauh.

Menurut Hendra, beruk tersebut juga sempat naik ke atap rumah mantan Wakil Walikota Padang Emzalmi.

“Kebetulan juga naik ke atap rumah pak Emzalmi,” kata Hendra ketika dikonfirmasi wartawan.

Ia menyebut pihaknya belum ke lokasi karena hari ini kota Padang diguyur hujan. Namun BKSDA telah menganjurkan warga sementara waktu melakukan bunyi-bunyian untuk mengusir satwa tersebut.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah beruk itu lepas atau beruk liar yang datang ke pemukiman warga. (sk)

Suasana di Noerbaya Cafe dan Distro yang nyaman untuk tempat makan keluarga dan sahabat.


PADANG - Di tengah pandemi Covid-19 an kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, Noerbaya Cafe dan Distro hadir di tengah masyarakat. Manajemen Noerbaya Cafe dan Distro menjadikan pandemi dan PPKM sebagai tantangan dalam memulihkan ekonomi.

"Kehadiran Noerbaya Cafe adalah menjawab tantangan bahwa wabah pandemi Covid-19 bukanlah halangan untuk kita berusaha," kata Budi Rahmat Kurniawan salah seorang manajemen Noerbaya Cafe disela-sela Grand Opening, Rabu (11/8/2021).

Budi menjelaskan, dalam situasi pandemi sekarang ini memang dihadapkan pada dua pilihan yaitu kesehatan dan ekonomi. Namun, tentunya adalah langkah strategis mengatasi kondisi sulit seperti ini.

Itulah, sebutnya, manajemen Noerbaya Cafe dalam membuka usaha menerapkan protokol kesehatan yang super ketat.

Manajemen Noerbaya Cafe mengharuskan setiap pengunjung harus mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

"Apabila pengunjung tidak mematuhi 3M maka manajemen bersikap tegas dengan tidak memperbolehkan pengunjung masuk. Kesehatan nomor satu," timpal Budi.

Tantangan lainnya dikatakan Budi. Pada saat banyak tempat usaha memberhentikan karyawannya, manajemen Noerbaya Cafe malah menampung para pekerja dari Kota Padang. Menurut Budi, ada sekitar 40 karyawan yang ada saat ini.

Terkait nama dan konsep cafe, Bangun Dinata mengakui bahwa pengambilan nama cafe yang didirikan tidak lepas dari konsep sejarah. Diuraikannya, karena letaknya di sekitar Gunung Padang yang ada cerita rakyat Siti Nurbaya, maka itulah dasarnya cafe ini dinamai Noerbaya.

"Tidak hanya nama, interior dalam cafe juga diwarnai cerita Siti Nurbaya. Ada jembatan, tempat duduk dan sebagainya," jelas Bangun.

Sekadar informasi, Noerbaya Cafe dan Distro didirikan oleh tiga anak muda masing-masing Budi Rahmat Setiawan, Bangun Dinata dan Arul. Keberanian mereka membuka usaha kuliner di tengah pandemi patut diacungi jempol.

Noerbaya Cafe terletak di Jalan Batang Arau No 70. Dengan struktur bangunan Kota Tua, cafe ini merupakan tempat ningkrong anak muda dan keluarga. Sambil menikmati menu Khas Nusantara, Sea Food dan berbagai jenis makanan lainnya, Noerbaya Cafe juga bisa dijadikan tempat diskusi dan pembicaraan bisnis.(obr)

 


SIJUNJUNG - Jajaran Polres Sijunjung menangkap enam orang terduga pelaku pemalakan atau pungutan liar (pungli) di lokasi perbaikan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) di Tanjung Lolo, Senin (9/8/2021). Keenam terduga pelaku ini masing-masing berinisial DA (38), Wo (27), Ji (18), GG (20), Hn (36) dan RS (28).

Diketahui, pemalakan disertai aksi kekerasan sebelumnya sempat dialami seorang sopir truk hingga viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani melalui keterangan tertulis menyebut penangkapan 6 terduga pelaku tersebut merupakan tindak lanjut terkait video viral di media sosial aksi premanisme dan pemalakan terhadap sopir truk di jalan buka tutup perbaikan Jalinsum.

Ia menerangkan, para terduga pelaku diamankan saat melakukan aksinya meminta uang ke sejumlah pengendara yang melintas di jalan.

“Mereka mengunakan ember bekas cat  untuk mengumpulkan uang pungutan,” kata Abdul, Senin (9/8/2021).

Abdul mengungkapkan, dalam penangkapan tersebut pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa ember yang digunakan untuk meminta dan mengumpulkan uang pungutan, serta uang tunai senilai Rp 204 Ribu.

Kekinian, para terduga pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Sijunjung.

Sebelumnya diberitakan, video seorang sopir truk diduga dipalak disertai tindakan kekerasan di Jalan Lintas Sumatra tepatnya di Kecamatan Tanjung Lolo, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar) viral di media sosial.

Dalam narasi video yang beredar luas di media sosial disebutkan, aksi kekerasan ini diduga terjadi lantaran sopir truk tidak terima mendapat pemalakan oleh preman, sehingga terjadi keributan.

Berdasarkan tayangan video yang dilihat sumbarkita.id Sabtu (7/8/2021) terlihat seorang pemuda memakai baju kuning ditendang oleh seorang pria yang menggunakan baju hitam.

Pria yang memakai baju kuning diduga adalah sopir truk.

Pria yang memakai baju hitam terlihat berulang kali mengejar pria yang memakai kaos kuning.

Walau sudah coba dipisahkan, pria yang memakai baju hitam tampak terus mengejar. Beberapa kali tendangan pun terlihat diarahkan pada pria yang dikejarnya.

Peristiwa itu disebutkan terjadi di daerah perbaikan jalan Tanjung Lolo, Kabupaten Sijunjung, Jumat (6/8/2021). (sk)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.