Ketua DPRD Padang Kunjungi Warga Terdampak Bencana dan Berikan Santunan



PADANG - Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengunjungi masyarakat terdampak banjir bandang yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir. Kunjungan dilakukan pada Rabu (3/12/2025), termasuk ke Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, serta Pesantren Harakatul Quran.

Selain memberikan dukungan moril kepada masyarakat, Muharlion juga menyerahkan sejumlah bantuan bagi warga yang mengalami kerugian akibat bencana.

“Kami DPRD Padang menyampaikan turut berduka atas bencana yang melanda saudara-saudara kita. Ada yang kehilangan anggota keluarga, rumah rusak dan ada yang mengungsi. Untuk itu sudah selayaknya kita sesama warga kota saling membantu,” ujar Muharlion.

Ajak Warga Jaga Kekeluargaan dan Gotong Royong

Muharlion menilai banjir bandang kali ini termasuk yang paling parah, karena selain menimbulkan korban jiwa, juga menghancurkan infrastruktur, merusak rumah warga, dan mengganggu aktivitas masyarakat dalam skala luas.

Ia mengajak seluruh warga Kota Padang untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong.

“Ini adalah cobaan untuk kita semua. Semoga musibah ini membuat kita lebih kuat, sabar dan berserah diri,” imbuhnya.

Dalam kunjungan itu, Muharlion menyerahkan bantuan kebutuhan dasar untuk warga terdampak di Batang Kabung Ganting serta memberikan dukungan langsung kepada pengurus dan santri Pesantren Harakatul Quran yang ikut merasakan dampak banjir.

Muharlion juga memastikan DPRD dan Pemko Padang berusaha maksimal menangani berbagai permasalahan yang dihadapi pascabencana.

Sebelumnya Tinjau IPA Lubuk Minturun yang Rusak Parah

Sehari sebelumnya, Selasa (2/12/2025), Muharlion telah melakukan peninjauan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Latung, Lubuk Minturun, salah satu instalasi yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir.

Kerusakan di IPA Sungai Latung menyebabkan suplai air bersih ke sejumlah kawasan—terutama Padang bagian utara—turun drastis dan belum dapat normal.

“Permasalahan terbesar sekarang berada di wilayah utara,” ujarnya.

Menurutnya, air bersih menjadi kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi. DPRD mendorong Perumda Air Minum Padang mempercepat perbaikan jaringan dan mendistribusikan air bersih,

Muharlion menjelaskan, sebelum banjir terdapat tujuh intake dengan kapasitas normal sekitar 800 liter per detik. Namun pascabencana, yang berfungsi hanya sekitar 210 liter per detik.

“Dari tujuh intake yang ada, kapasitas normalnya 800 liter per detik, namun yang berfungsi saat ini baru sekitar 210 liter per detik,” tegasnya.(***)

Label:

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.