Latest Post


PADANG–Salah seorang calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Irwan  Afriadi bakal mengusulkan pembangunan Sport Center jika dirinya terpilih. Menurutnya, usulan itu tentu disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

"Pembangunan sport center tidak hanya impian insan olahraga, tetapi juga impian masyarakat Kota Padang," kata Irwan Afriadi atau dikenal juga dengan Irwan Sangir ketika bersilahturahmi dengan tokoh dan pelaku olahraga Kota Padang, Kamis (28/8/2025).

Selain membangun sport center, jika dirinya terpilih sebagai Ketua KONI Kota Padang, Irwan Sangir berkomit menmenciptakan kepemimpinan yang kolaboratif dan transparansi organisasi. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI dengan pengurus cabang olahraga (cabor), serta pihak pihak yang terkait.

Tujuannya, meningkatkan prestasi cabor yang ada di Kota Padang, baik tingkat nasional maupun  Internasional.

Membentuk koordinator di setiap kecamatan merupakan salah satu program  yang akan dilakukan. Irwan optimis program ini akan berjalan maksimal mengingat dukungan dari walikota Padang.

Mantan anggota DPRD Sumbar dua periode ini mengakui untuk mewujudkan program tersebut tidak mudah, terutama pembangunan sport center. Namun, dirinya yakin aspirasi tersebut akan akan didengarkan Pemko Padang.

"Untuk membangun sport center tentu disesuaikan dengan kemampuan APBD Kota Padang," tegasnya.

Diketahui, Irwan Afriadi bukanlah orang baru di dunia olahraga. Pria kelahiran Padang Aro, Solok Selatan ini pernah dipetcaya menjadi Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI)  Sumbar 2012 - 2016. Krmudian, Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumbar 2017 - 2024. Manager PSP Padang 2022 -  2024. Pembina ALTI Sumbar sampai skarang dan Pembina FAJI Sumbar sampai sekarang.

Dalam pertemuan ini moderator juga memberi kesempatan kepada  tokoh  dan pelaku dalam dunia olah raga untuk memberi masukan serta usulan. 

Ketua  KONI yang terpilih nanti, harus bisa mendorong pemerintah untuk mambangun infrastuktur dan sarana olahraga di kota Padang.

"Kota Padang tidak memiliki infrastrutur olahraga sendiri, sepertisSport center,  lintasan berolahraga. Jadi wajar kalau Ketua KONI tetpilih mewujudkan impian tersebut," ungkap petinggi cabor shorinji Kempo Indra Jaya.

"Saya juga berharap jangan lagi ada anak tiri anak kandung dalam dunia perolahragaan Kota Padang. Semua harus sama di mata KONI kota Padang ini," tutur salah satu tokoh peselancar ombak.

Silaturahmi ini juga dihadiri beberapa tokoh politik, diataranya Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, anggota DPRD Sumbar Farel Oriano dan anggota DPRD Padang Iskandar.(ril)


JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang mengirim 36 direksi untuk mengikuti kamp kepemimpinan di Swiss menuai kritik. 

“Langkah ini dinilai mencerminkan kurangnya sense of crisis di tengah krisis ekonomi yang melanda Indonesia serta bertentangan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang menjadi pilar utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Co Founder Forum Intelektual Muda, Muhammad Sutisna dalam pesan elektroniknya kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 26 Agustus 2025.

Lanjut dia, saat pemerintah memangkas anggaran ratusan triliun untuk mendanai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Danantara justru bikin keputusan kontroversial. 

“Keputusan untuk menggelar acara di luar negeri terkesan elitis dan tidak selaras dengan visi Presiden Prabowo yang mengutamakan kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Ia menyoroti gelombang kemarahan publik dengan maraknya protes besar-besaran, seperti yang terjadi di Pati, Jawa Tengah, seharusnya menjadi alarm bagi Danantara.

“Sementara industri gulung tikar dan PHK merajalela, Danantara malah mengadakan retret di Swiss yang terkesan mewah. Ini jelas memperlebar jurang ketidakpercayaan publik," tegas Sutisna.

Ia pun mempertanyakan urgensi pelatihan di Swiss, mengingat Indonesia memiliki banyak lokasi yang mampu menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan berkualitas. 

"Indonesia kaya akan tempat seperti pesantren, yang tidak hanya hemat biaya tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kepemimpinan berbasis kearifan lokal dan spiritualitas. Lalu mengapa harus ke Swiss? Ini bukan hanya soal biaya, tapi juga soal memanfaatkan potensi dalam negeri untuk mendukung perekonomian lokal," pungkasnya.

Danantara sebelumnya memberangkatkan 36 direksinya ke Swiss untuk mengikuti program leadership di IMD Business School sebagai bagian dari Top Talent Program 2025 yang berlangsung pada 20-24 Agustus 2025. (***)


PADANG - Manajemen Semen Padang FC memastikan pemain anyar mereka, Ronaldo Kwateh, masih membutuhkan waktu untuk pemulihan cedera sebelum bisa tampil reguler di BRI Super League 2025-2026. Hal ini disampaikan pelatih Eduardo Almeida menjelang laga menghadapi PSM Makassar.

“Ronaldo belum siap main karena dia masih butuh waktu untuk pemulihan cederanya,” ujar Eduardo di Padang, Kamis (21/8/2025).

Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi mengenai peluang Ronaldo diturunkan saat Semen Padang FC menjamu PSM Makassar di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (22/8/2025) pukul 15.30 WIB.

Menurut Eduardo, Ronaldo memang sudah ikut berlatih, tetapi kondisinya belum memungkinkan untuk tampil di pertandingan resmi.

“Dia memang sudah mendapatkan menit latihan tapi belum siap untuk diturunkan melawan PSM Makassar,” kata pelatih asal Portugal yang pernah membesut Arema dan Rans Nusantara tersebut.

Eduardo menegaskan tim tidak ingin tergesa-gesa memainkan Ronaldo Kwateh. Jika dipaksakan, cedera pemain berusia 20 tahun itu bisa bertambah parah dan masa pemulihannya akan lebih lama.

Pelatih yang juga pernah menjadi asisten Benfica U16 itu mengatakan, sejak awal merekrut Ronaldo dari klub Thailand Muangthong United, pihaknya sudah mengetahui kondisi sang pemain. “Jadi, pada saat kita membawa Ronaldo ke sini, kita sudah tahu dan paham tentang prosesnya,” ujarnya.

Semen Padang datang ke laga melawan PSM dengan kepercayaan diri tinggi usai mengalahkan Dewa United 2-0 di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (15/8/2025). Kemenangan itu mengangkat posisi Kabau Sirah ke peringkat 11 klasemen sementara BRI Super League 2025-2026.

Di sisi lain, PSM Makassar masih berjuang memperbaiki performa setelah dua kali bermain imbang, masing-masing melawan Bhayangkara dan Persijap. Tim Juku Eja saat ini berada di posisi 13 klasemen.

Dengan kondisi tersebut, absennya Ronaldo Kwateh dipastikan akan menjadi kehilangan bagi Semen Padang. Namun tim pelatih tetap menaruh harapan besar agar sang winger muda segera pulih sehingga bisa memperkuat Kabau Sirah di laga-laga berikutnya. (ant)


SOLOK - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam Belukar menemukan bonggol atau calon bunga Rafflesia Arnoldi di Hutan Aia Tumbuk Aia Bareh, Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Penemuan ini menjadi kabar gembira karena bunga langka tersebut diperkirakan akan mekar dalam beberapa hari ke depan.

Koordinator Pokdarwis Alam Belukar Saniangbaka, Muhammad Rizki, mengatakan pihaknya telah menemukan empat bunga Rafflesia Arnoldi yang mekar sepanjang tahun 2025.

Namun, ia mengakui pemantauan tidak dilakukan secara rutin karena keterbatasan waktu.

"Soalnya kita tidak begitu aktif di tahun ini dikarenakan kesibukan di pekerjaan lain. Jadi sebagian banyak yang mekar tanpa sepengetahuan kami," kata Rizki, Senin (18/8/2025).

Menurut Rizki, jika pemantauan dilakukan lebih intens, kemungkinan jumlah bunga yang berhasil terpantau mekar bisa mencapai tujuh hingga sembilan bunga pada tahun ini. Ia menambahkan ada dua bunga yang gagal mekar akibat kondisi inang yang tidak mendukung.

Dari hasil pemantauan terbaru, tim menemukan delapan titik lokasi bunga bangkai di Hutan Aia Tumbuk. Dari jumlah tersebut, lima bunga Rafflesia Arnoldi berhasil mekar, namun hanya dua yang terpantau.

Selain itu, di Hutan Aia Lasi terdapat tiga titik potensi bunga, di Bukik Tabuh-Tabuh satu titik, di Gaduang Beo tiga titik (satu mati), di Rimbo Munti satu titik, serta di Kapau Aia Bareh dua titik yang saat ini tidak lagi terpantau.

"Kendala kami saat ini lebih ke tidak adanya waktu luang. Jika ada tamu yang menanyakan, baru dilakukan pemantauan. Kalau tidak ada biasanya kita biarkan mekar sendiri tanpa dipantau lagi," ucap Rizki.

Ia menegaskan pemantauan kembali dilakukan menjelang meningkatnya kunjungan wisatawan pada Agustus hingga September, karena banyak turis yang tertarik menyaksikan keindahan Rafflesia Arnoldi secara langsung.

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) masih berupaya memberikan dukungan program untuk Pokdarwis Alam Belukar. Rizki berharap kelompoknya terus berkembang dan aktif menjaga kelestarian bunga langka tersebut.

"Untuk Kelompok Belukar, saya berharap agar terus berkembang dan aktif sampai ke generasi berikutnya. Namun kalau untuk pemerintahan, semoga dianggarkan untuk pengembangan bunga Rafflesia Arnoldi," katanya. (ant)


PADANG- Sedikitnya 4.188 narapidana di Sumatera Barat (Sumbar) mendapatkan pengurangan masa hukuman atau remisi pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang, Minggu (17/8/2025).

"Pemberian remisi adalah bentuk apresiasi yang diberikan pemerintah kepada narapidana atau anak binaan yang telah menunjukkan perbaikan diri selama menjalani hukuman," ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumbar, Kunrat Kasmiri.

Ribuan penerima remisi HUT RI di Sumbar itu tersebar di 22 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang meliputi Lapas, Rumah Tahanan Negara (Rutan), Lapas Khusus Perempuan, Lapas Khusus Narkotika, Lapas Khusus Anak, hingga cabang Rutan.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sumbar, Zulfikri, besaran remisi yang diterima bervariasi mulai dari satu bulan hingga maksimal enam bulan.

“Remisi diberikan hanya kepada warga binaan yang sudah menjalani pidana minimal enam bulan dan berkelakuan baik,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, jika seorang warga binaan melakukan pelanggaran dan tercatat dalam register F atau buku catatan pelanggaran, maka ia tidak bisa diusulkan menerima remisi.

Para narapidana penerima remisi berasal dari berbagai kasus, mulai dari tindak pidana pencurian, penyalahgunaan narkoba, penggelapan, penipuan, hingga tindak pidana umum lainnya.

Selain itu, pada momentum yang sama, Kanwil Ditjenpas Sumbar juga memberikan remisi Dasawarsa kepada 4.647 narapidana dan anak binaan. Remisi ini diberikan setiap sepuluh tahun sekali bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI.

Dari total penerima remisi umum, sebanyak 74 orang langsung bebas. Sedangkan dari penerima remisi Dasawarsa, ada 58 orang yang juga langsung menghirup udara segar di luar penjara.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, berharap pemberian remisi narapidana di Sumbar dapat mendorong warga binaan untuk terus berkelakuan baik.

“Kami berharap remisi ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk berubah dan tidak mengulangi kesalahan,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan ekonomi. Dengan langkah itu, diharapkan angka kriminalitas di Sumbar dapat terus ditekan. (ant)


SUATU insiden tak terduga terjadi saat upacara pengibaran bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80. 

Insiden tersebut terjadi pada hari ini, Minggu (17/8/2025) di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. 

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) membuat kesalahan saat mengibarkan bendera. Posisi bendera terpasang terbalik menjadi putih dibagian atas, dan merah di bagian bawah.

Suasana yang tadinya sunyi mendadak berubah tegang. Beberapa hadirin terdengar bersorak.

Begitu menyadari kesalahan tersebut, Paskibraka tersebut tampak panik, mereka terlihat buru-buru membetulkan posisi bendera. 

Dari rekaman video terdengar seseorang berkata “putar, putar,” yang menginstruksikan kepada para petugas Paskibraka agar membetulkan posisi bendera. 

Setelah beberapa menit berlalu, baru lah bendera akhirnya berhasil terpasang dengan posisi sempurna.

Setelah upacara selesai, salah seorang Paskibraka laki-laki yang membuat kesalahan bendera terbalik itu terlihat menangis histeris hingga ditenangkan oleh petugas lainnya.

Sementara itu seorang petugas wanita pembawa baki terlihat menangis dan menyendiri di sudut ruangan.

Momen bendera terbalik saat upacara bendera di Mamasa itu seketika langsung viral di media sosial. 

Suara publik pun terpecah, ada yang mengecam tindakan para Paskibraka, namun ada juga yang memberikan semangat.

“Padahal sudah bolak-balik latihan, panas-panasan, eh masih aja salah,” kata akun @sury*** 

Jadi mendadak HUT Polandia,” komentar akun @andre*** 

Bendera terbalik, bendera nyentuh tanah. Fatal banget sih kesalahannya, pasti kena hukum lah dek,” kata akun @helen***

Dari rekaman video yang dibagikan akun Instagram @surabayaview.id, terlihat anggota Paskibraka menangis setelah upacara selesai. (***)


PADANG - Semen Padang meraih kemenangan pertamanya di Super League 2025/2026. Semen Padang mengalahkan runner-up musim lalu Dewa United dengan skor akhir 2-0. Kabau Sirah balaskan dendam kekalahan 8-1 musim lalu.

Laga Semen Padang vs Dewa United digelar di Stadion GOR Haji Agus Salim pada Jumat (15/8/2025) sore WIB. Pemain pengganti Filipe Chaby dan Bruno Gomes mencetak gol di injury time yang memenangkan skuad Kabau Sirah.

Dengan hasil ini Semen Padang bertengger di peringkat delapan klasemen Super League sementara. Semen Padang mengoleksi tiga angka, sedangkan Dewa United berada di zona degradasi dengan menduduki posisi 17 tanpa poin.

Dewa United melewatkan sebuah peluang emas di menit ke-36. Alex menusuk dari sayap kanan lalu dalam posisi one on one dengan kiper Semen Padang, Arthur. Sayang sekali, sepakan Alex dari dalam kotak penalti bisa ditangkis.

Semen Padang juga membuang peluang bagus, hanya dua menit berikutnya. Crossing dari sayap kiri menemui Bruno Gomes di depan gawang. Berdiri bebas, tandukan Gomes ditepis Sonny Stevens sehingga berujung sepak pojok.

Bruno Gomes membobol gawang Dewa United di menit ke-40. Namun, setelah ditinjau dengan VAR, wasit menganulir gol itu karena Gomes offside. Skor tetap 0-0.

Jelang turun minum, sepak pojok Semen Padang dari sayap kanan diakhiri dengan crossing ke tengah kotak penalti. Bruno Gomes menyambut dengan sundulan, yang diblok.

Serangan balik Dewa United yang dimotori Alexis Messidoro bisa dipatahkan. Setelahnya, sepak pojok Semen Padang diakhiri dengan sundulan dari depan gawang meski bola melambung. Skor tanpa gol menandai half-time.

Dewa United langsung menginisiasi serangan usai restart. Alex lagi-lagi merepotkan lini belakang Semen Padang usai tusukannya di sisi kiri kotak penalti membuat Angelo jatuh bangun melakukan sapuan.

Semen Padang keluar dari tekanan lawan untuk berbalik menyerang. Namun, serbuan dari sayap kiri diteruskan dengan sundulan yang terlalu lemah. Stevens dengan mudah menangkap bola.

 pengganti Dewa United Rafael Struick mencoba memberikan dampak instan. Di menit ke-85, sepakan kaki kanan Struick masih melambung tinggi.

Semen Padang memperoleh tendangan bebas di posisi yang berbahaya di injury time. Chaby mengambilnya, sepakan kaki kirinya meluncur mulus ke sudut atas gawang Dewa United. Semen Padang mengungguli Dewa United 1-0.

Dewa United mencoba mencetak gol penyama di sedikit waktu yang tersisa. Namun, Semen Padang memastikan kemenangannya setelah Bruno Gomes mencetak gol kedua sebelum laga berakhir.

Menerima umpan dari lapangan tengah, Bruno Gomes terbebas di depan dalam posisi satu lawan satu. Gomes melesakkan tembakan mendatar yang memperbesar skor Semen Padang 2-0 atas Dewa United. (***)

Susunan Pemain

SEMEN PADANG: Arthur; Leo Guntara, Zidane Afandi, Alhassan Wakaso, Rui Rampa; Oropa (Firman Juliansyah 53') (Abrizal Umanailo 59'), Angelo; Ripal Wahyudi (Rosad Setiawan 75'), Bruno Gomes, Pedro Matos (Chaby 75'); Cornelius Stewart

DEWA UNITED: Sonny Stevens; Ricky Kambuaya (Struick 84'), Cassio Scheid, Edo Febriansyah, Dani Saputra (Wahyu Prasetyo 46'); Kuipers, Messidoro (Privat Mbarga 71'), Jaja; Egy Maulana Vikri (Stefano Lilipaly 63'), Taisei Marukawa, Alex


JAKARTA - Tanggal 14 Agustus dikenal secara luas di Indonesia sebagai Hari Pramuka. Tahun ini, Hari Pramuka 2025 memperingati perayaan ke-64 pada Kamis (14/8/2025). 

Hari Pramuka 2025 memiliki tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” yang ditulis dengan huruf kapital dan tebal berwarna hitam.

Tema ini menegaskan, fokus Gerakan Pramuka pada kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Hal ini mencerminkan peran Pramuka sebagai agen perubahan positif dan pilar kekuatan bangsa yang terus relevan selama 64 tahun perjalanannya.

Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang mengajarkan tentang ilmu kepanduan atau kepramukaan di Indonesia.

Lantas, kenapa tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka?

Sejarah Gerakan Pramuka

Dilansir dari pramuka.or.id, gerakan pendidikan kepanduan di Indonesia telah ada sejak zaman kolonial Hindia-Belanda. 

Pada tahun 1912, kelompok pandu di Batavia (nama Jakarta pada masa penjajahan Belanda) mulai terbentuk dan berlatih.

Kelompok ini yang kemudian menjadi cabang dari Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO). 

Dua tahun kemudian, cabang ini resmi berdiri sendiri dengan nama Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.

Awalnya, mayoritas anggota NIPV adalah pandu keturunan Belanda. Namun, pada tahun 1916, organisasi kepanduan yang sepenuhnya terdiri dari pandu-pandu bumiputra juga didirikan. 

Mangkunegara VII, pemimpin Keraton Solo, membentuk Javaansche Padvinders Organisatie.

Setelah itu, muncul organisasi kepanduan berdasarkan agama, etnis, dan lainnya. 

Beberapa di antaranya adalah Padvinder Muhammadiyah (Hizbul Wathan), Nationale Padvinderij, Syarikat Islam Afdeling Pandu, Kepanduan Bangsa Indonesia, Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie, Pandu Indonesia.

Ada pula Padvinders Organisatie Pasundan, Pandu Kesultanan, El-Hilaal, Pandu Ansor, Al Wathoni, Tri Darma (Kristen), Kepanduan Asas Katolik Indonesia, dan Kepanduan Masehi Indonesia.

Ada pula Padvinders Organisatie Pasundan, Pandu Kesultanan, El-Hilaal, Pandu Ansor, Al Wathoni, Tri Darma (Kristen), Kepanduan Asas Katolik Indonesia, dan Kepanduan Masehi Indonesia.

Kepanduan di Hindia-Belanda kemudian mengalami perkembangan yang positif.

Bahkan, Bapak Pandu Sedunia, Lord Baden-Powell bersama istrinya dan anak-anak mereka, mengunjungi organisasi kepanduan di Batavia, Semarang, dan Surabaya pada Desember 1934.

Pandu-pandu di Hindia-Belanda juga ikut serta dalam Jambore Kepanduan Sedunia.

Setelah mengirim delegasi kecil untuk mengamati Jambore Sedunia 1933 di Hungaria, Pandu Hindia-Belanda kemudian berpartisipasi dalam Jambore Sedunia 1937 di Belanda.

Mereka terdiri dari pandu keturunan Belanda, bumiputra dari Batavia dan Bandung, pandu Mangkunegaran, pandu dari Ambon, serta beberapa pandu keturunan Tionghoa dan Arab.

Di dalam negeri, perkemahan dan jambore kepanduan juga diadakan di berbagai tempat.

Pada Juli 1941, misalnya, diselenggarakan Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem di Yogyakarta.

Kemudian, pada Desember 1945, Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia diadakan di Surakarta.

Kongres ini menciptakan Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia. 

Namun, ketika Belanda melancarkan agresi militer pada 1948, Pandu Rakyat dilarang beroperasi di wilayah yang dikuasai Belanda.

Hal ini memicu munculnya organisasi lain, seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), dan Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus

Seiring berjalannya waktu, gerakan kepanduan di Indonesia kemudian terpecah menjadi 100 organisasi yang bergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo). 

Namun, jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia jauh lebih banyak daripada jumlah anggota yang ada dalam perkumpulan tersebut. 

Selain itu, masih terdapat perpecahan yang kuat di antara kelompok-kelompok, yang menyebabkan Perkindo menjadi lemah. 

Untuk mengatasi hal ini, Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang saat itu menjabat sebagai Pandu Agung, mengusulkan untuk menggabungkan berbagai organisasi kepanduan dalam satu wadah.

Konsep ini pertama kali diutarakan oleh Presiden Soekarno saat mengunjungi Perkemahan Besar Persatuan Kepanduan Putri Indonesia di Desa Semanggi, Ciputat, Tangerang, pada awal Oktober 1959. 

Presiden kemudian mengumpulkan tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan di Indonesia. Semua organisasi kepanduan yang ada akan digabung menjadi satu dengan nama Pramuka.

Untuk melaksanakan hal ini, Presiden menunjuk sebuah panitia yang terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prijono, Azis Saleh, Achmadi, dan Muljadi Djojo Martono.

Gerakan Pramuka dimulai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan. Pada 9 Maret 1961, nama Pramuka secara resmi diperkenalkan dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka. 

Pada 20 Mei 1961, Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka dikeluarkan, yang kemudian menjadi Hari Permulaan Tahun Kerja Pramuka. 

Pada 20 Juli 1961, para perwakilan organisasi kepanduan di Indonesia mengumumkan di Istana Olahraga Senayan untuk bergabung ke dalam Gerakan Pramuka, dan tanggal ini dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Setelah itu, pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat dalam sebuah upacara di halaman Istana Negara. 

Upacara ini ditandai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang juga menjadi Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 

Panji tersebut kemudian diteruskan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX kepada barisan Pramuka di Jakarta, dan diarak keliling kota.(***)


PADANG - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan langkah Polda Sumatera Barat (Sumbar) yang menghentikan penyelidikan kasus kematian Afif Maulana (13), pelajar SMP asal Kota Padang, yang ditemukan tewas di bawah Jembatan Kuranji pada 9 Juni 2024 lalu.

Anggota KPAI, Diyah Puspitarini menilai bahwa keputusan menutup penyelidikan terlalu terburu-buru.

“KPAI menyesalkan sikap Polda Sumbar yang dengan gegabah menutup kasus dan mengambil kesimpulan bahwa AM menjatuhkan diri dari Jembatan Kuranji,” ujar Diyah, Selasa (12/8/2025).

Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan setahun ekshumasi jenazah AM yang dilakukan pada 8 Agustus 2024. Hingga kini, hasil otopsi yang dilakukan tim medis belum diberikan kepada keluarga korban.

"Tanggal 8 Agustus 2025 genap satu tahun sudah kita memperjuangkan hak AM untuk ekshumasi penyebab kematiannya. Sangat tidak mudah yang dihadapi, namun hingga saat ini keadilan belum didapatkan. Bahkan hasil otopsi juga belum diberikan kepada pihak keluarga,” tegas Diyah.

Kematian Afif Maulana bertepatan dengan patroli polisi yang tengah mengamankan aksi tawuran di Kota Padang. Sejumlah pihak menduga korban meninggal akibat penganiayaan oleh aparat.

Namun, Tim Ekshumasi Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) menyimpulkan penyebab kematian adalah jatuh dari ketinggian 14,7 meter Jembatan Kuranji dan bukan karena penganiayaan.

Berdasarkan temuan itu, Polda Sumbar menghentikan penyelidikan. KPAI menolak kesimpulan tersebut dan meminta agar kasus dibuka kembali.

“Sejak awal KPAI tegas meminta Apsifor dilibatkan, namun tidak ada respons, begitu juga masukan dari LNHAM yang diabaikan, termasuk surat-surat dari KPAI,” kata Diyah.

KPAI menegaskan perjuangan mencari keadilan untuk Afif Maulana akan terus dilanjutkan.

“Perjuangan untuk AM tidak akan padam. Hak anak yang sudah meninggal dunia adalah mendapatkan kejelasan penyebab kematiannya dan jangan sampai terstigma negatif. Jangan sampai ada AM-AM lain di masa depan,” pungkasnya. (ant)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.